-
Continue reading →: Mengapresiasi Persiapan Matang Pemerintah Kawal Kesuksesan PSU 2025
Oleh : Andi Ramli Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pilkada Ulang yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025 menjadi perhatian besar pemerintah pusat dan daerah. Dengan rentetan tahapan yang sudah mendekati puncaknya, kini seluruh pihak diharapkan mampu menjaga stabilitas serta memastikan penyelenggaraan berjalan demokratis, tertib, dan damai. Hal ini menjadi momentum…
-
Continue reading →: Pilkada Ulang 2025 Wajib Berlangsung Damai dan Demokratis
Oleh: Fajar Dwi Santoso Pilkada ulang tahun 2025 merupakan momen penting yang seyogianya dijadikan ajang untuk memperkuat fondasi demokrasi yang damai, jujur, dan adil. Di tengah dinamika politik yang kerap memanas, harapan terhadap berlangsungnya pesta demokrasi yang bermartabat menjadi komitmen bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Pemilu seharusnya…
-
Continue reading →: Pemerintah Ajak Masyarakat Jaga Iklim Kondusif Menjelang PSU
Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim yang kondusif demi terciptanya suasana demokrasi yang aman dan damai. Penjabat Gubernur Papua Agus Fatoni dalam kunjungannya ke Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura, menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam…
-
Continue reading →: Mendukung Strategi Komprehensif Pemerintah Tangani Karhutla Riau
Oleh: Rey Utama )* Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman lingkungan yang krusial di Indonesia, khususnya di wilayah Riau yang kerap menjadi sorotan internasional. Namun, langkah efektif pemerintah dalam menangani permasalahan ini layak mendapat perhatian lebih. Pemerintah tidak hanya menyiapkan mekanisme tanggap darurat, tetapi juga membangun sistem mitigasi…
-
Continue reading →: Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Bencana Karhutla di Riau
Oleh: Arka Dwi Francesco)* Provinsi Riau kembali menjadi sorotan nasional akibat meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat. Data hingga akhir Juli 2025 mencatat 790 hotspot di wilayah tersebut, dengan 27 titik api aktif yang tersebar di berbagai kabupaten. Dalam menyikapi kondisi yang mengkhawatirkan ini,…
-
Continue reading →: Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla
Pekanbaru — Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah tegas dan terukur dalam mencegah potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat drastis di Provinsi Riau. Melalui sinergi antar lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Pemerintah Provinsi Riau, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) resmi…
-
Continue reading →: Sekolah Rakyat Disambut Hangat, Kesehatan Siswa Jadi Prioritas
Bogor – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah terus menunjukkan hasil positif. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, penerimaan siswa dilakukan secara terbuka dan hanya setelah mendapat persetujuan penuh dari orang tua. “Jadi tidak ada yang dipaksa. Semua melalui proses dialog dan persetujuan,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya, usai makan malam…
-
Continue reading →: Mengokohkan Sekolah Rakyat Lewat Pendekatan Holistik
Oleh: Anik Tuniaty *) Program Sekolah Rakyat yang baru saja diresmikan pemerintah kembali menunjukkan kapasitasnya tidak hanya dalam menyediakan akses pendidikan, tetapi juga dalam mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan psikologis siswa. Beberapa kritik mencuat terkait kabar beberapa anak yang memilih kembali ke rumah karena kendala adaptasi, bahkan terpapar sakit ringan. Namun,…
-
Continue reading →: Beda Metode, Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Tidak Bisa Disamakan
Jakarta – Perbedaan data jumlah penduduk miskin antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia memicu perhatian publik. Namun, BPS menegaskan bahwa perbedaan tersebut semata-mata disebabkan oleh penggunaan metodologi yang berbeda, khususnya dalam hal standar garis kemiskinan yang digunakan. Bank Dunia baru-baru ini merilis data yang menyebut jumlah penduduk miskin…
-
Continue reading →: Soal Beda Data Kemiskinan, BPS: Kami Gunakan Standar Nasional
Jakarta – Perbedaan data jumlah penduduk miskin antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia disebabkan oleh perbedaan metodologi yang digunakan kedua lembaga. BPS menegaskan bahwa perbedaan angka tersebut tidak berarti data salah, melainkan karena masing-masing menggunakan acuan garis kemiskinan yang berbeda. Bank Dunia mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia…
