-
Continue reading →: Program 3 Juta Rumah Buka Lapangan Kerja Baru
Oleh : Doni Wicaksono )* Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Pemerintah telah meluncurkan Program 3 Juta Rumah. Kebijakan ini bukan sekadar program pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi rakyat dan pembuka jalan bagi penciptaan jutaan lapangan kerja baru. Dengan target…
-
Continue reading →: Sekolah Rakyat Hadir untuk Meratakan Akses Pendidikan Unggulan
Jakarta – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI resmi menggagas program Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis untuk menghadirkan akses pendidikan unggulan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah ini tidak hanya menjanjikan fasilitas dan kualitas pendidikan setara sekolah favorit, tetapi juga menerapkan konsep asrama guna menciptakan lingkungan belajar…
-
Continue reading →: Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Sekolah Rakyat, Jangkau Lebih Banyak Siswa dari Keluarga Miskin
Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Salah satu langkah konkret yang kini sedang didorong adalah peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan inklusif yang digagas untuk menjangkau siswa dari kelompok ekonomi terbawah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus…
-
Continue reading →: Sinergi Antar Instansi Percepat Pembentukan Sekolah Rakyat Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Oleh: Farhan Farisan )* Pemerintah terus mempercepat pembentukan Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus menekan kesenjangan sosial akibat ketimpangan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Untuk merealisasikan target tersebut, sinergi lintas kementerian dan lembaga menjadi elemen kunci. Salah satu bentuk konkret dari kerja sama itu…
-
Continue reading →: Menolak Indonesia Gelap, Program Asta Cita Wujudkan Indonesia Terang
Oleh : Andika Pratama Narasi “Indonesia Gelap” yang belakangan ini digaungkan di ruang publik bukan hanya tidak berdasar, tetapi juga berpotensi merusak optimisme nasional. Sebuah bangsa yang sedang tumbuh dan terus berbenah membutuhkan energi positif serta kritik yang membangun, bukan agitasi yang memecah belah. Menyebarkan pesimisme dengan membingkai kondisi Indonesia…
-
Continue reading →: Pemerintah Respon Indonesia Gelap Dengan Terus Bekerja Wujudkan Program Asta Cita
Jakarta – Pakar UI, Dr. Aditya Perdana, dan Pengamat Kebijakan Publik NTT, Dr. Jhon Tuba Helan, bersinergi menolak narasi “Indonesia gelap” dengan pendekatan dialog terbuka dan edukasi kritis. Keduanya menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi harus disalurkan secara konstruktif. Aditya memuji sikap keterbukaan pemerintah terhadap kritik. “Pengakuan Presiden atas kelemahan…
-
Continue reading →: Dewasa Bersikap Tolak Provokasi “Indonesia Gelap”
Jakarta – Narasi “Indonesia gelap” kerap dimanfaatkan untuk memecah-belah masyarakat. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Jhon Tuba Helan, menyerukan penolakan provokasi dengan sikap cerdas dan kritis. Mereka menekankan bahwa kritik harus berbasis fakta dan disalurkan lewat saluran resmi. Cucun menegaskan, DPR…
-
Continue reading →: ‘Indonesia Gelap’ Dinilai Tidak Objektif, Generasi Muda Harus Tetap Rasional
Jakarta — Narasi pesimistis bertajuk “Indonesia Gelap” yang belakangan ramai digaungkan di ruang publik dinilai tidak berdiri di atas dasar yang objektif. Ketua Umum Pengurus Pusat Tunas Indonesia Raya (PP TIDAR), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyebut narasi tersebut sengaja digoreng oleh kelompok yang tidak menyukai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Menurut saya,…
-
Continue reading →: Waspada Provokasi “Indonesia Gelap”, Salurkan Kritik Sesuai Mekanisme Hukum
Jakarta – Isu “Indonesia gelap” belakangan mengemuka di berbagai platform, hingga menyulut kekhawatiran di kalangan masyarakat. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, bersama Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Dr. Aditya Perdana, menolak narasi tersebut dengan pendekatan yang lebih dewasa dan solutif. Keduanya menekankan bahwa kritik harus dikelola secara terstruktur…
-
Continue reading →: Penolakan Narasi “Indonesia Gelap” Butuhkan Partisipasi Masyarakat
Jakarta – Menolak provokasi “Indonesia gelap” bukan hanya soal menepis tudingan, tetapi juga membangun dialog dan edukasi berbasis fakta. Wakil Ketua Umum MUI, Dr. KH. Marsudi Syuhud, MM, bersama Pengamat Kebijakan Publik NTT, Dr. Jhon Tuba Helan, menginisiasi langkah kolaboratif untuk meredam ketakutan yang merugikan semangat kolektif. Marsudi menekankan peran…
